Daun yang jatuh tak pernah membenci angin,
Sebab daun tahu ketika ia jatuh berarti fisiknya tak lagi kuat untuk berada pada ranting dan pertanda sudah saatnya ada tunas-tunas baru hadir untuk menggantikannya.
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin,
Sebab daun mengerti bahwa akarnya tak cukup kokoh untuk membuatnya bertahan.
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin,
Karena angin membantunya untuk melepaskan diri dari tangkai agar dapat memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Walaupun jatuh dan hancur perlahan kemudian membusuk, namun daun tak pernah menjadi sia-sia.
Dan daun yang jatuh tak pernah membenci angin,
Sebab tak ada yang terjadi di dunia ini melainkan dengan izin Allah.
- yuli -
Ini adalah curahan hati sebagai pengganti bibir yang terkunci, sebagai coretan malam sebelum rasa kantuk datang menghampiri. Hanya ingin sekedar berbagi dan semoga dapat berkenan di hati. Salam Sayang dan Cinta dari Hati. (YULIATY)
19 Feb 2012
25 Okt 2011
Stimulus & Respon
Bismillahirrahmanirrahim
-----------------------------
Sadarkah kita jika selama ini semua sikap dan perilaku kita sebagian besar karena stimulus dari luar?
Kita akan bersikap baik jika mereka berlaku baik pada kita, tak jarang kita berhenti berkarya saat di rasa tak ada orang lain yang menghargai karya kita, menjadi malas-malasan dalam bekerja saat perusahaan tidak adil dalam menilai hasil kerja kita. Ragu-ragu ketika ingin bersedekah, karena tak yakin apakah uang kita akan digunakan dengan benar atau tidak.
Kebanyakan orang hidup dalam stimulus & respons yang membuat kita berfikir 2x untuk berbuat sesuatu yang benar. Ada beberapa kaliamat menarik dari mother teresa:
1. Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan hanya mementingkan diri;
"Bagaimanapun, maafkanlah mereka."
2. Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
"Bagaimanapun, berbaik hatilah."
3. Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati; "Bagaimanapun, jadilah sukses"
4. Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; "Bagaimanapun jujur dan terbukalah."
5. Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam; "Bagaimanapun bangunlah".
6. Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri; "Bagaimanapun berbahagialah".
7. Kebaikan yang engkau lakukan hari ini mungkin saja besok sudah dilupakan orang; "Bagaimanapun, berbuat baiklah".
Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu, engkau lihat, akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu; Bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka.
Semua yang kita lakukan seharusnya bukan karena manusia lainnya, semua yg kita lakukan hubungannya cuma antara kita dengan Tuhan. Dengan begitu maka stimulus tidak akan berarti apa-apa terhadap respons.
Contoh dari orang2 besar spt nabi Muhammad SAW yang tidak pernah memperdulikan hinaan dan cemoohan orang lain terhadap dirinya dalam menyebarkan ajaran Islam. Karena semakin tinggi derajat keimanan seseorang semakin kecil pengaruh stimulus terhadap dirinya.
Intinya, biarlah mereka berkata ini dan itu, teruslah berjalan selama kaki menapak di jalan Allah dan Rasulnya.
Wallahu a'lam bishawab
-----------------------------
Sadarkah kita jika selama ini semua sikap dan perilaku kita sebagian besar karena stimulus dari luar?
Kita akan bersikap baik jika mereka berlaku baik pada kita, tak jarang kita berhenti berkarya saat di rasa tak ada orang lain yang menghargai karya kita, menjadi malas-malasan dalam bekerja saat perusahaan tidak adil dalam menilai hasil kerja kita. Ragu-ragu ketika ingin bersedekah, karena tak yakin apakah uang kita akan digunakan dengan benar atau tidak.
Kebanyakan orang hidup dalam stimulus & respons yang membuat kita berfikir 2x untuk berbuat sesuatu yang benar. Ada beberapa kaliamat menarik dari mother teresa:
1. Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan hanya mementingkan diri;
"Bagaimanapun, maafkanlah mereka."
2. Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
"Bagaimanapun, berbaik hatilah."
3. Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati; "Bagaimanapun, jadilah sukses"
4. Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu; "Bagaimanapun jujur dan terbukalah."
5. Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam; "Bagaimanapun bangunlah".
6. Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri; "Bagaimanapun berbahagialah".
7. Kebaikan yang engkau lakukan hari ini mungkin saja besok sudah dilupakan orang; "Bagaimanapun, berbuat baiklah".
Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu, engkau lihat, akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu; Bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka.
Semua yang kita lakukan seharusnya bukan karena manusia lainnya, semua yg kita lakukan hubungannya cuma antara kita dengan Tuhan. Dengan begitu maka stimulus tidak akan berarti apa-apa terhadap respons.
Contoh dari orang2 besar spt nabi Muhammad SAW yang tidak pernah memperdulikan hinaan dan cemoohan orang lain terhadap dirinya dalam menyebarkan ajaran Islam. Karena semakin tinggi derajat keimanan seseorang semakin kecil pengaruh stimulus terhadap dirinya.
Intinya, biarlah mereka berkata ini dan itu, teruslah berjalan selama kaki menapak di jalan Allah dan Rasulnya.
Wallahu a'lam bishawab
Dipostkan pertama kali di: https://www.facebook.com/yuliaty/posts/1995475660434
yuli
8 Okt 2011
Bisik Kecil Dari Hati
Sahabatku yang sedang dibuai cinta…
Saat ini bunga-bunga asmara
sedang bersemi di dalam dada. Bukan maksudku untuk membuat bunga itu layu. Saat
ini senyum ceria sedang bergelayut di sudut bibirmu. Bukan tujuanku untuk membuatnya
pudar.
Sudikah engkau untuk sejenak, berdialog dengan hati kecilmu
yang sedang terdiam membisu?
Dengarkanlah ungkapan hati yang tidak akan pernah
membohongimu, satu kali ini saja, biarkan imanmu yang berkata.
“Sayang …wajahku murung saat engkau berkhalwat dengannya. Aku
menjerit pilu ketika jemarimu kau biarkan berada dalam genggaman orang yang kau
sebut pujaan hati, namun aku lebih suka menyebutnya dengan “pujaan nafsu”. Air mataku
tak henti berderai ketika engkau saling melempar pandang dan berpelukan. Namun yang
paling mengiris perih hati, sedikitpun engkau tak dapat mendengar jeritku. Karena
engkau lebih memilih iblis untuk menjadi sahabatmu, sehingga dengan sangat mudahnya
dia menutup mata dan telingamu untuk aku.”
“Duhai sayang…sungguh aku sangat takut ketika titik-titik
hitam muncul menutupi wajahku, aku takut titik itu kian lama kian membesar, dan
jika itu terjadi artinya engkau telah mengusir aku dari dalam hatimu. Engkau akan
benar-benar mengusir aku dari dalam lubuk sanubarimu!”
“Jangan lakukan itu sayang…
Tahukah kamu, akulah yang sering menghiburmu ketika engkau
sedang gundah, akulah imanmu yang dengan seizin-Nya hanya aku yang mampu
membimbingmu menuju syurga-Nya. Malam ini, ketika semua mata terpejam dalam
buaian mimpi, ketika tiada suara lagi, dengarlah suaraku sayang. Tahukah engkau
bahwa aku rindu padamu. Aku rindu engkau yang setiap malam melantunkan
ayan-ayat suci Al-Qur’an, aku rindu engkau yang terbangun di tengah malam untuk
mensucikan diri. Aku rindu bisik dzikirmu dalam sunyi, dalam keramaian, sambil
duduk maupun sambil berdiri. Ingatlah kembali apa tujuanmu hadir di dunia ini,
untuk bersenang-senang dan bermaksiatkah?? Tidak sayang….tujuanmu hadir di
dunia ini adalah untuk menjadi khalifah fil ardh dan mencari bekal untuk engkau
pulang ke negeri yang kekal. Jikalau malam ini ternyata adalah malam terakhirmu
di dunia, apa yang akan engkau bawa kehadapan-Nya? Bagaimana engkau dapat
mempertanggung jawabkan semuanya? Sadarlah sayang…dengarkanlah hatimu dan
penjarakan nafsumu”.
“Kembalilah ke jalan-Nya”
yuli
yuli
30 Sep 2011
Syair Pujangga
Duhai engkau para pujangga bertopeng cinta yang telah banyak menggoreskan luka di hati para pencinta.
Jangan engkau nodai kesucian cinta dengan kepalsuan kata-kata. Cinta bukan sekedar kata-kata manis atau rayuan, Cinta juga bukan sekedar belaian dan buaian tak bermakna.
Cinta itu menghargai, cinta itu memberi, cinta itu sebuah keikhlasan dan ketulusan, cinta tak pernah menyakiti karena cinta adalah kelembutan dan kasih sayang, marahnya cinta adalah untuk kebaikan dan bukan untuk menjatuhkan, cinta adalah ketegasan yang menuntun jiwa-jiwa labil, memperbaiki yang patah dan terkoyak, dan bukan menghancurkan atau membuyarkan angan karena cinta adalah kekuatan untuk mewujudkan yang khayal menjadi nyata, memadamkan kobaran api, merubah luka menjadi bahagia.
Cinta itu tidak jahat, kitalah yang menjadi jahat, dan itu bukan cinta melainkan kepalsuan. Cinta juga tidak menikam, nafsu kita lah yang menikam sehingga bisik cinta tak terdengar bahkan sering diabaikan.
Duhai para pujangga cinta, berhentilah menjadi pecundang, mulailah menjadi seorang pejuang untuk membuktikan keindahan cinta yang pernah engkau bisikkan ditelinga jiwa-jiwa suci yang engkau kasihi.
----------------------------------------------------
Takkan kau rasai indahnya cinta, andai tiada cinta buat yang Esa
----------------------------------------------------
Takkan kau rasai indahnya cinta, andai tiada cinta buat yang Esa
yuli
25 Sep 2011
Melati Terakhirku (Puisi)
Saat matahari mulai terbenam
Saat merahnya mulai padam
Saat gelap datang dan merajai dunia
Saat sang malaikat datang menjemput
Kutitipkan setangkai bunga melati
Selipkan pada halaman terakhir dalam buku kesayanganmu
Saat membukanya kau akan mengerti
Ada berjuta harapan yang terpendam
Ada ribuan kata yang ingin terucap
Jangan kau buat melatiku layu dengan tetesan air matamu
Jaga baik-baik melatiku, sematkan dalam hatimu
Jangan ada rasa sesal yang menyumbat fikiranmu
Terima kenyataan......bahwa aku telah pergi
- yuli -
di post pertama kali tanggal 20 Februari 2011 di akun fb: http://www.facebook.com/notes/yuliaty-ahmad/melati-terakhirku/10150095891975965?notif_t=like
24 Sep 2011
Doa Khatmil Qur'an
Assalamu’alaikum Warohmatullahi wabarokatuh
Sahabat pelangi…
Masih ingat dengan Doa khatmil Qur’an? Do’a ini memiliki arti yang indah, tidak hanya bisa dibaca ketika khatam Qur’an, tapi di akhir sholat, di saat hujan, di hari jum’at, di sepertiga malam dan kapanpun kita inginkan. Membacanya dapat membuat kita meneteskan air mata, begitu syahdu dan menggetarkan qalbu . Yuuk kita baca lagi ^_^
Allahummar hamna bil Quraan
waj’alhu lana imaamau wa nuurau wa hudaw wa rahmah
Allaahumma dzakkirna minhu maa nasiina
wa ’allimna minhumaa jahiilna
warzuqna tilaawatahu
aana al laili wa athrofannahaar
waj’alhu lana hujjatan
Yaaa rabbal ‘alamiin
Ya Allah kasih sayangilah aku dengan Al-Qur’an
Dan jadikanlah AlQuran ini sebagai pemimpin, sebagai cahaya, sebagai petunjuk dan sebagai rahmat bagiku.
Ya Allah ingatkanlah aku terhadap apa yang telah aku lupakan dalam AlQuran. Dan ajarilah aku apa-apa yang belum aku ketahui dari Al-Qur’an.
Kurniakanlah kepada hamba kenikmatan membacanya, sepanjang malam dan siang
Dan jadikanlah Al-Qur’an sebagai hujjah bagiku (yang dapat menyelamatkanku).
Wahai Tuhan seru sekalian alam.
Wassalam
- yuli -
19 Sep 2011
FANA ATAU KEKAL??
Terkadang hidup terasa sangat sulit untuk dijalani, namun
coba sejenak kita bertafakur.
Apa tujuan kita hadir di dunia ini, untuk
mengejar yang fana atau yang kekal?
Apa sebenarnya yang menyusahkan hatimu?
Sesuatu yang
fanakah, atau sesuatu yang akan kekal?
Sungguh aku tak mau menjadi orang yang merugi,
memilih
bersusah hati karena sesuatu yang fana dan akan musnah.
Karena aku tak mungkin membawa serta dunia ke dalam kuburku.
Dan saat aku “kembali" ?
yang fana akan tertinggal
dan yang
kekal akan senantiasa ada untuk menemani perjalananku.
Salam Sayang dan Cinta dari Hati
- yuli -
"Mbak sakit hati itu kan wajar??"
Seorang sahabat berkata: “mbak sakit hati itu kan wajar, manusiawi, tiap manusia pasti ngalamin.”
Betul sekali….
Patah hati, putus asa, sakit hati, kecewa, semua itu memang manusiawi sebab hewan gak mungkin punya perasaan itu. Sahabat... Jangan pernah katakan itu untuk membenarkan perasaan kamu, sedang kamu sendiri tidak pernah menginginkan perasaan itu datang dalam hatimu.
Patah hati, putus asa, sakit hati, kecewa, semua itu memang manusiawi sebab hewan gak mungkin punya perasaan itu. Sahabat... Jangan pernah katakan itu untuk membenarkan perasaan kamu, sedang kamu sendiri tidak pernah menginginkan perasaan itu datang dalam hatimu.
Lalu apakah karena sifat manusiawi itu, lantas kita pasrah dan membiarkan saja perasaan itu datang bahkan mungkin membuka pintu lebar2 ketika semua perasaan negatif itu menerobos hati kita?
Jangan kawan! Kita harus perangi itu, lawan itu semua.
Caranya?
Control your thoughts and feelings, kendalikan pikiran dan perasaanmu, cari dan temukan sisi positif dari semua masalahmu, yakinlah bahwa pasti ada sebentuk permata dalam setiap masalah dan peristiwa pahit yang menimpa kita (jewel in the mud). Pandanglah setiap masalah dari sisi positifnya Insya Allah tidak ada yang patut dikhawatirkan.
Di dunia ini tak ada yang abadi, duka tidak akan selamanya menjadi duka. Letakkan bebanmu lalu berlarilah dengan kencang, karena tidak ada manusia yang dapat berlari dengan kencang sambil membawa banyak beban di bahunya, letakkan beban itu (jangan jadikan sebagai beban) Insya Allah hatimu akan terasa damai, Innallaha Ma’ana.
Di dunia ini tak ada yang abadi, duka tidak akan selamanya menjadi duka. Letakkan bebanmu lalu berlarilah dengan kencang, karena tidak ada manusia yang dapat berlari dengan kencang sambil membawa banyak beban di bahunya, letakkan beban itu (jangan jadikan sebagai beban) Insya Allah hatimu akan terasa damai, Innallaha Ma’ana.
(mohon maaf ini bukanlah sebuah nasihat karena saya bukan penasihat, juga tidak bermaksud menggurui karena saya bukan ustadzah atau guru, hanya sekedar sharing. Jangan dilihat siapa yang berkata namun ambillah manfaat dari apa yang dikatakan, kebenaran akan tetap menjadi kebenaran meskipun disampaikan oleh orang dhaif sekalipun, Wallahu a’lam bishawab)
Salam Sayang dan Cinta dari Hati
- yuli -
SELAMAT PAGII... ^_^
Pagi datang gelap menghilang,
membawa serta dukamu tadi malam,
menyisakan bahagia untuk kita jelang.
Hari ini tabuhkanlah genderang perang
untuk amarah yang hampir meradang
untuk membungkus rapi semua kesedihan
lalu membuangnya ke dasar lautan.
Salam sayang dan Cinta aku sampaikan,
mengajak serta damai dalam pelukan.
Semoga keceriaan selalu bertandang
di dalam hati dan juga fikiran.
Selamat Pagi Kawan!!
- yuli -
membawa serta dukamu tadi malam,
menyisakan bahagia untuk kita jelang.
Hari ini tabuhkanlah genderang perang
untuk amarah yang hampir meradang
untuk membungkus rapi semua kesedihan
lalu membuangnya ke dasar lautan.
Salam sayang dan Cinta aku sampaikan,
mengajak serta damai dalam pelukan.
Semoga keceriaan selalu bertandang
di dalam hati dan juga fikiran.
Selamat Pagi Kawan!!
- yuli -
11 Sep 2011
Puding Busa Susu Coklat
Bahan-Bahan:
2 butir putih telur
2 bks agar-agar bubuk coklat
800 ml susu cair (plain)
200 gr gula pasir
1 sdm coklat bubuk
200 ml air matang
Cara Membuat:
- kocok 2 butir putih telur hingga mengembang dan kaku
- campurkan susu cair, gula pasir, agar-agar, coklat bubuk, dan air matang. Masak sambil diaduk-aduk hingga mendidih
- tuang campuran agar-agar yang masih panas ke dalam putih telur sedikit demi sedikit sambil di kocok perlahan (speed rendah)
- siapkan cetakan yang sudah terlebih dahulu direndam dalam air
- tuang adonan ke dalam cetakan, biarkan hingga dingin lalu masukkan ke adalam lemari es
Vla:
Bahan-bahan:
400 ml susu cair
3 butir kuning telur
50 gr gula pasir
1 sdm tepung maizena
1 sdt vanili
Cara Membuat:
- kocok kuning telur, encerkan dengan beberapa sendok susu cair, pisahkan
- campur maizena dengan beberapa sendok susu cair, pisahkan
- campurkan susu dan gula pasir, masak dengan api kecil
- saat susu mulai panas masukkan kuning telur aduk rata
- masukkan tepung maizena (yang telah diencerkan) aduk rata
- angkat, sambil diaduk-aduk perlahan hingga dingin
- masukkan vanili
- hidangkan bersama pudding
Selamat Mencoba ^_*
Salam Sayang dan Cinta dari Hati
- yuli -
Kisah Tentang Si Fakir dan Goresan Penanya
“Hendak kemanakah engkau hai fakir?” Tanya seorang pemuda gagah
yang kebetulan lewat disitu
“Aku hendak mendaki gunung, tapi sayang baru separuh
perjalanan aku sudah tidak sanggup, tubuhku lemah, kakiku gemetar, perutku
lapar, jadi aku memutuskan untuk turun dan kembali pulang.” Jawab si fakir
sedih.
“hahaha…” tawa si pemuda, “jangan bermimpi kau akan dapat
mendaki gunung itu hanya dengan membawa sebatang tongkat yang keadaannya juga
tidak lebih baik dari dirimu, dengan tubuhku yang masih gagah dan tegap saja
aku tak berani mencoba naik ke sana .
Berani sekali kau mendakinya, beruntung kamu tidak mati di atas sana ” ejek si pemuda.
“iya, karena itu aku kembali” lalu si fakir bertanya “apa
kamu tidak ingin naik ke sana ?”
“ya jelas mau, cuma aku tau diri, tidak mungkin aku dapat mendaki
sampai ke ujung sana .”
“boleh aku pinjam pena dan kertasmu? aku ingin menuliskan
sesuatu yang mungkin akan sangat berharga buatmu” pinta si fakir dengan wajah serius.
Si pemuda memberikan kertas dan penanya kepada si fakir,
lalu kemudian si fakir menuliskan sesuatu di atas kertas itu dan memberikannya
ke pada si pemuda.
“apa ini?” Tanya pemuda, “bacalah dan engkau akan mengerti”
jawab si fakir.
Pemuda itu membacanya, lalu mimik wajahnya berubah serius,
heran bercampur tak percaya. Sambil terbata-bata si pemuda berkata
“ba..bb..bagaimana kau bisa menuliskan ini semua? Bagaimana kau bisa menjelaskan
secara mendetail tentang cara-cara agar berhasil mendaki gunung itu, serta keadaan di dalam sana , juga segala macam rintangan
yang ada di dalamnya dan juga cara untuk menghadapinya? Sedangkan kau sendiri belum berhasil
mendakinya?"
“Anak muda, apa engkau lupa, bahwa aku baru saja turun dari sana . Aku bisa memberi
semua petunjuk itu karena aku pernah berada di sana ,
sedangkan kamu, badanmu cukup kekar, kamu punya semua yang dibutuhkan tapi kamu
belum pernah berada di sana
untuk menyaksikan sendiri bagaimana situasi dan keadaan yang sebenarnya.
Sedangkan aku, aku belum pernah mempelajarinya, namun aku telah pergi ke sana
dan aku mengalami sendiri bagaimana sulitnya untuk sampai ke puncak, jalannya
sangat terjal seharusnya aku membawa tongkat yang lebih kokoh untuk dapat
menyangga tubuhku, perjalanan sangatlah jauh seharusnya aku membawa lebih
banyak bekal agar tidak kelaparan, udaranya pun sangat dingin seharusnya aku
membawa jaket yang lebih tebal, di sana banyak binatang buas seharusnya aku
membawa senjata agar dapat menghadapi
binatang-binatang itu. Karena itu aku kembali, aku tidak mau mati konyol di
atas sana, tapi walaupun begitu aku tidak mau pulang dengan tangan hampa, aku
membawakanmu catatan ini untuk membantumu agar kau bisa mendakinya hingga sampai
ke puncak, dan itu sudah cukup membuatku sangat-sangat bahagia.
Mendengar penjelasan si fakir, pemuda itu lalu meneteskan
air mata dan berkata “terimakasih wahai fakir, aku tidak menyangka ternyata
seorang fakir dapat memberikan sesuatu yang sangat berharga untukku, sejak dulu
aku sangat ingin dapat sampai ke puncak itu namun sedikitpun aku tak punya
keberanian untuk dapat mewujudkannya, aku berjanji apa yang yang sudah engkau
tuliskan di atas kertas ini tidak akan sia-sia, aku akan mewujudkan impianku dan
impianmu”
--------------------------------------------
Salam Sayang dan Cinta dari Hati
- yuli -
8 Sep 2011
Apakah Sabar Itu?
Kalau begitu engkau belum cukup bersabar, sabar yang
sebenarnya bukanlah menunggu tapi berusaha mencari jalan keluar, sabar yang
sebenarnya tiada berbatas, istilah sabar ada batasnya hanyalah kata-kata pembelaan bagi orang-orang yang
imannya sedang goyah, jika engkau menjalankan sabar yang sebenar-benarnya sabar,
yakinlah ada sesuatu yang indah di ujung sana bahkan dalam masa-masa
penantianmu engkau akan senantiasa merasa damai karena Allah selalu bersamamu.
Jika suatu saat imanmu goyah dan engkau cenderung menyalahkan Allah atas cobaan yang tak kunjung usai sesungguhnya saat itulah kesabaranmu sedang di uji.
Innallaha Ma'ashobirin
Salam Sayang dan Cinta dari Hati
- yuli -
Makhluk Aneh
Rona merah di wajahku tak dapat aku sembunyikan.
Kidung lembut mengalun syahdu mengikuti hentakan irama jantungku yang tak pernah berhenti berdentam.
Tuhan aku takut...
Apakah yang sedang menyelusup masuk melalui sela-sela tulang rusukku?
Hai makhluk aneh yang tak berwujud, pergilah dalam damai, jangan ganggu aku...
Apa yang sedang engkau lakukan di dalam sana?
Tolong jangan sentuh apapun yang ada di dalamnya.
Makhluk itu membisikkan sesuatu padaku,
Tuhan...
Ternyata ia ingin berkawan denganku,
Jangan usir dia Tuhan...
Biarkan dia tetap ada di sini, di dalam sini.
karena dia akan mengajarkan aku banyak hal,
Aku tahu Engkaulah yang telah mengirimkannya untuk aku.
- yuli -
Kidung lembut mengalun syahdu mengikuti hentakan irama jantungku yang tak pernah berhenti berdentam.
Tuhan aku takut...
Apakah yang sedang menyelusup masuk melalui sela-sela tulang rusukku?
Hai makhluk aneh yang tak berwujud, pergilah dalam damai, jangan ganggu aku...
Apa yang sedang engkau lakukan di dalam sana?
Tolong jangan sentuh apapun yang ada di dalamnya.
Makhluk itu membisikkan sesuatu padaku,
Tuhan...
Ternyata ia ingin berkawan denganku,
Jangan usir dia Tuhan...
Biarkan dia tetap ada di sini, di dalam sini.
karena dia akan mengajarkan aku banyak hal,
Aku tahu Engkaulah yang telah mengirimkannya untuk aku.
- yuli -
7 Sep 2011
Untukmu Adik Tersayang
Duhai adik sayang…
cantik sekali rupamu
Sempurna sekali parasmu
Karena itukah engkau gemar memajang gambar-gambarmu dalam dunia maya?
Duhai adikku, tidakkah dirimu tahu bahwa wajahmu bukanlah lukisan untuk dipertontonkan.
Keindahanmu bukanlah untuk dipamerkan.
Fotomu bukanlah komoditi yang dapat diobral sehingga setiap orang dengan mudahnya dapat memiliki gambarmu.
Duhai adik, dirimu adalah mutiara…
Mutiara yang sangat berharga, yang tidak setiap orang boleh menikmati keindahanmu secara gratis.
Semakin sering engkau pertontonkan dirimu, semakin pudarlah kilaumu.
Duh..adikku sayang
Lekuk tubuhmu sangatlah indah, bibirmu sangat mempesona
Relakah engkau jika ada orang lain yang menyimpan gambarmu, membawamu serta ke dalam tidurnya bahkan mencumbui gambarmu?
Coba renungkan sayang, tidakkah engkau jijik membayangkan semua itu? Ada orang asing yang akan berbuat seenaknya terhadap gambarmu.
Mungkin itu Cuma foto sayang…
Tapi ada harga dirimu di dalam sana,
Harga diri sebagai wanita terhormat yang telah engkau gadaikan
Semakin sering orang melihat gambarmu berlenggak lenggok dan bergaya, semakin hilanglah penghormatan akan dirimu sayang.
Tidakkah engkau mengidamkan seorang muslim yang sholeh?
Tidakkah engkau rindu seorang ikhwan yang akan mengkhitbahmu karena Allah?
Tidakkah engkau ingin dicintai dengan tulus bukan karena parasmu, tapi karena akhlakmu?
Tidakkah kau ingin untuk memiliki keabadian cinta yang hanya dapat di berikan seorang lelaki sholeh?
Duhai adikku,
Aku berkata seperti ini, bukanlah karena aku membencimu atau iri padamu karena aku tidak memiliki paras secantik dirimu. Ini semua karena aku menyayangimu.
Adikku sayang…
Cantikmu adalah karena Allah, apalah yang bisa kita banggakan?
Kalaupun orang lain mengaguminya, itu karena mereka mengagumi ciptaan Allah.
Kesempurnaanmu adalah milik Allah, bagian tubuh mana yang dapat engkau ciptakan sendiri?
Duhai adikku sayang,
Sang pemilik dirimu menginginkan engkau menjaga kecantikan dengan meng-hijabnya, bukan dengan memamerkan dan bergaya di hadapan banyak orang sehingga dapat menimbulkan syahwat.
Adikku sayang...
Engkau bukanlah objek pemuas mata-mata pemuda yang mengagumi kecantikanmu
Biarkan mereka mengagumimu melalui akhlakmu, melalui jiwamu yang anggun karena senantiasa ingin melindungi kecantikan ragamu yang akan engkau persembahkan kelak bagi cinta halalmu.
Adikku sayang...
Aku persembahkan tulisan ini, sebagai tanda cinta dari seorang kakak yang menginginkan kebahagiaanmu...kebahagiaan sejati dan bukan kebahagiaan semu.
Aku persembahkan tulisan ini, untuk mewakili jerit hati seluruh muslimah di bumi yang tidak ingin kehormatannya jatuh, akibat ulah segelintir calon muslimah yang sedang terlupa, terlena dan haus dengan puja dan puji kaum adam.
Duhai adikku sayang...
Jadikan dirimu mutiara tercantik, perhiasan terindah dalam pandangan hamba-hamba Allah dengan memancarkan keindahan jiwamu, keindahan akhlakmu, keindahan hatimu karena itu lebih baik daripada membanggakan keindahan fisikmu yang kelak akan pudar di telan waktu dan akan musnah tertimbun tanah.
Firman Allah: "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan di dunia hanyalah permainan, kelalaian, perhiasan dan berbangga-bangga di antara kamu dan berlomba-lomba banyak harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan petani-petani, kemudian menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ada ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya. Dan tiadalah kehidupan dunia melainkan kesenangan yang menipu".(Al Hadiid:20)
---------------------------------------------------------------------
(Tebarkan sayang dan cinta pada setiap makhluk yang ada di bumi)
Barakallahu fiikum
Semoga Bermanfaat
(Yuliaty)
Dear saudaraku yang jiwanya sedang merana oleh cinta yang
fana…
Kemari sayang… ulurkan tanganmu lalu peluklah aku.
Terlalu banyak sudah engkau tumpahkan air matamu.
Coba tengok sebentar ke dalam hatimu,
Masih adakah setitik iman yang dapat menyeka butiran-butiran
bening yang telah terbuang sia-sia?
Masih adakah kilauan cahaya diantara gelapnya lorong hatimu
yang telah membuat jiwamu berdarah?
Duhai sayang…
Engkau terlalu memujanya, karena itu engkau kecewa.
Engkau terlalu berharap padanya, karena itu engkau bersedih.
Dan engkau terlanjur memberikan segalanya, karena itu engkau
merana dan berduka.
Kini saatnya engkau kembali…
Untuk mereguk kembali cinta Illahi.
Untuk merasakan damainya memiliki cinta abadi.
Untuk memuntahkan pil pahit berbungkus madu.
Bersujudlah sayang…
Rahmat Allah sangatlah luas,
Pintu-pintu ampunan akan senantiasa terbuka bagi hambanya
yang mau menghampiri.
Tak perlu engkau gusar akan kasih sayang-Nya.
Hatimu merana…
Siramilah dengan dzikrullah agar tiada gersang lagi.
Bangun dan menangislah di atas sajadah di sepertiga malam,
untuk mengembalikan beningnya cermin dalam hatimu.
Jangan biarkan pedoman hidup kita menjadi usang dan berdebu
tanpa pernah engkau sentuh.
Baca dan resapilah sebagai penyejuk qalbu yang sedang
kehausan.
Kembalilah sayang…
Temukan Dia kembali dalam hatimu.
Sebelum nafas sampai di tenggorokan.
Sebelum bumi hancur dan menjadi abu.
Sebelum qalbu menjadi hitam legam dan tak dapat lagi
debersihkan.
Sebelum hati terkunci dan pintu-pintu ampunan tertutup
rapat.
Kembalilah…
Walau hanya dengan setitik iman.
Kembalilah walau hanya dengan membawa butiran air mata
taubat.
Kembalilah…
Karena Allah senantiasa merindukan hambanya yang ingin
kembali…
-----------------------------------------------------------------------
Barakallahu Fiikum
Salam Sayang dan Cinta dari Hati
- yuli -
3 Sep 2011
Titik Kecil
Mengibarkan pasmina panjang yang aku kenakan sebagai hijab.
Aku menghela nafas panjang lalu membuang pandangan jauh ke
depan.
Tapi sayang pandanganku sangat terbatas.
Aku hanya dapat melihat titik kecil di kejauhan.
Aku mengernyitkan dahi dan menajamkan pandangan.
Namun tetap, hanya titik kecil yang dapat terlihat.
Berdiam mematung, mencoba menerka apa yang sebenarnya berada
di ujung penghabisan pandanganku?
Tapi tetap… aku tak punya jawabnya.
Lalu aku mencoba berkawan dengan ilmu, dan …
“Abracadabra”
Ternyata dia bisa menjadi teropong buatku.
Membuat segalanya menjadi lebih jelas.
Menjadikan pandanganku jauh lebih luas.
Titik kecil itu mulai terlihat jelas dan semakin jelas,
dalam penglihatanku.
Indah, bahkan sangat indah.
Kali ini aku tak ingin hanya dapat melihat.
Aku ingin menyentuh bahkan ingin dapat memiliki.
Tapi aku tak bisa menjadikan ilmu hanya sebagai teropong.
Kini aku mengubahnya menjadi sebuah peta.
Hingga aku tau kearah mana kaki ini harus melangkah, untuk
mendapatkan titik kecil yang sebelumnya hanya dapat terlihat dari kejauhan.
Karena aku yakin ada sebuah kehidupan di dalamnya.
Ilmu lebih baik daripada harta.
Harta, kaulah yang menjaganya, sedang ilmu...
dialah yang menjagamu
(Salam Sayang dan Cinta dari Hati)
- yuli -
26 Agu 2011
Ramadhan Akan Segera Pergi
Ramadhanku akan segera pergi,
Haruskah aku sambut dengan suka cita,
Atau dengan air mata?
============================== ==================
Sudahkah dosa-dosa kita terampuni?
Sedangkan puasaku sering tidak khusyuk,
Hati ini masih sering menyimpan benci,
Tarawih tak setiap malam aku jalani,
Tilawah Qur’an pun belum sempat aku khatamkan.
Haruskah aku bergembira, atau bersedih?
Ramadhan akan segera berakhir,
Pusat-pusat perbelanjaan ramai dikunjungi,
Sedangkan Masjid-Masjid semakin sepi penghuni
Seakan tak ada umat muslim lagi.
Haruskah aku bergembira atau bersedih?
Sedang bibir ini seringkali lupa untuk berdzikir,
Namun tak pernah lupa untuk bergunjing.
Padahal amalan yang paling ringan dilakukan
Tetapi berat timbangannya adalah dzikir.
Sulit rasanya menambah ibadah-ibadah yang sunnah
Dan mengkhusyukkan yang wajib.
Padahal di bulan ini pahala digandakan berkali-kali lipat.
Sulit rasanya untuk setiap detik mengisi hati ini hanya dengan nama-Nya
Padahal setiap tetes nikmat yang kita rasakan adalah dari-Nya.
Haruskah aku bergembira, atau bersedih?
Sombongnya diri ini yang membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja.
Padahal entah sudah setinggi apa tumpukan dosa-dosa ku kini.
Sombongnya diriku dengan apa yang kumiliki saat ini,
Padahal satu hembusan nafaspun tak sanggup aku ciptakan sendiri,
Namun aku telah membiarkan Ramadhan berlari sendiri.
Haruskah aku bergembira, atau bersedih?
Idul Fitri tinggal hitungan hari,
orang-orang bersiap menyambut dengan suka cita
dan penuh kemenangan. Benarkah aku telah menang?
Sedang lidah ini masih tajam dan sering melukai.
Hati ini masih sering menyimpan dengki,
Mulut ini masih memakan bangkai saudara sendiri.
Dan tubuh ini? Masih sering menjadi incaran mata para lelaki.
Haruskah aku bergembira, atau bersedih?
Astaghfirullahaladzim…
Aku harus berkata apa Ya Allah…
Aku malu untuk meminta kepada-Mu agar dapat dipertemukan
Kembali dengan Ramadhan selanjutnya,
Sedang Ramadhan tahun ini aku sia-siakan.
Aku malu Ya Allah…
Aku malu untuk memohon agar dosa-dosaku Engkau ampunkan,
Sedang aku tak bersungguh-sungguh mencari Maghfirah-Mu
Aku malu Ya allah…
Untuk bersuka cita di hari Idul Fitri nanti.
Ya Allah di sisa Ramadhan ini,
Di detik-detik terakhir, di penghabisan bulan ini,
Sempatkanlah aku untuk dapat menggapai ampunan-Mu,
dalam sujud-sujud panjang di atas sajadah di penghujung malam
dengan butiran air mata yang akan membasahi wajah dan hatiku
Aku memohon pada-Mu, "Ampunilah Aku"
------------------------------ ------------------------------ ------------------------------
Barakallahu fiikum
Salam Sayang dan cinta dari Hati
Haruskah aku sambut dengan suka cita,
Atau dengan air mata?
==============================
Sudahkah dosa-dosa kita terampuni?
Sedangkan puasaku sering tidak khusyuk,
Hati ini masih sering menyimpan benci,
Tarawih tak setiap malam aku jalani,
Tilawah Qur’an pun belum sempat aku khatamkan.
Haruskah aku bergembira, atau bersedih?
Ramadhan akan segera berakhir,
Pusat-pusat perbelanjaan ramai dikunjungi,
Sedangkan Masjid-Masjid semakin sepi penghuni
Seakan tak ada umat muslim lagi.
Haruskah aku bergembira atau bersedih?
Sedang bibir ini seringkali lupa untuk berdzikir,
Namun tak pernah lupa untuk bergunjing.
Padahal amalan yang paling ringan dilakukan
Tetapi berat timbangannya adalah dzikir.
Sulit rasanya menambah ibadah-ibadah yang sunnah
Dan mengkhusyukkan yang wajib.
Padahal di bulan ini pahala digandakan berkali-kali lipat.
Sulit rasanya untuk setiap detik mengisi hati ini hanya dengan nama-Nya
Padahal setiap tetes nikmat yang kita rasakan adalah dari-Nya.
Haruskah aku bergembira, atau bersedih?
Sombongnya diri ini yang membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja.
Padahal entah sudah setinggi apa tumpukan dosa-dosa ku kini.
Sombongnya diriku dengan apa yang kumiliki saat ini,
Padahal satu hembusan nafaspun tak sanggup aku ciptakan sendiri,
Namun aku telah membiarkan Ramadhan berlari sendiri.
Haruskah aku bergembira, atau bersedih?
Idul Fitri tinggal hitungan hari,
orang-orang bersiap menyambut dengan suka cita
dan penuh kemenangan. Benarkah aku telah menang?
Sedang lidah ini masih tajam dan sering melukai.
Hati ini masih sering menyimpan dengki,
Mulut ini masih memakan bangkai saudara sendiri.
Dan tubuh ini? Masih sering menjadi incaran mata para lelaki.
Haruskah aku bergembira, atau bersedih?
Astaghfirullahaladzim…
Aku harus berkata apa Ya Allah…
Aku malu untuk meminta kepada-Mu agar dapat dipertemukan
Kembali dengan Ramadhan selanjutnya,
Sedang Ramadhan tahun ini aku sia-siakan.
Aku malu Ya Allah…
Aku malu untuk memohon agar dosa-dosaku Engkau ampunkan,
Sedang aku tak bersungguh-sungguh mencari Maghfirah-Mu
Aku malu Ya allah…
Untuk bersuka cita di hari Idul Fitri nanti.
Ya Allah di sisa Ramadhan ini,
Di detik-detik terakhir, di penghabisan bulan ini,
Sempatkanlah aku untuk dapat menggapai ampunan-Mu,
dalam sujud-sujud panjang di atas sajadah di penghujung malam
dengan butiran air mata yang akan membasahi wajah dan hatiku
Aku memohon pada-Mu, "Ampunilah Aku"
------------------------------
Barakallahu fiikum
Salam Sayang dan cinta dari Hati
- yuli -
17 Agu 2011
Peluru
Seribu peluru telah kau muntahkan
Meluncur tepat menuju sasaran
Menghujam dada dan menembus langsung melewati jantungku
Seketika itu juga aku roboh jatuh dan menyatu dengan tanah
Tubuh lunglai lemah tak berdaya kau biarkan terbaring di atas tanah
Kau melangkahkan kaki dengan tenang di atas tubuh yang terkapar tanpa daya
Tanpa dihantui rasa berdosa dan penyesalan kau sarungkan kembali senjatamu
Kau basuh tanganmu yang penuh darah
Kau kubur dalam-dalam senjata dan seribu selongsong kosong dari peluru yang telah kau muntahkan
Kini tangan dan tubuhmu telah bersih dari noda darah yang keluar dari tubuhku
Lalu bagaimana dengan aku?
Siapa yang akan mengangkat dan menyelamatkan jasadku dari hewan pemakan bangkai yang setiap saat bisa datang untuk menikmati daging segarku?
Aku tidak bersalah, mengapa aku yang harus dihukum
Seandainya benar aku bersalah
Paling tidak bawalah jasadku ketempat yang seharusnya
Agar jiwa ini tidak penasaran
Agar tidak ada dendam yang harus ku lampiaskan
(Salam Sayang dan cinta dari Hati)
- yuli -
14 Agu 2011
Batu Nisan
Hari ini …
Aku ingin mengukir sesuatu yang baru
Bukan sebuah prestasi yang dapat membuatmu kagum
Bukan pula hiasan dinding yang biasa di cari orang
Tapi aku ingin mengukir namaku di atas batu nisan
Bukan karena aku sedang berputus asa,
Tapi aku tak mau orang lain yang mengukirnya,
Kebanyakan dari mereka tak punya hati,
Mereka fikir orang mati tak akan pernah bangkit lagi,
Lalu membiarkan namaku pudar dan tak terlihat lagi.
Namaku dan batu nisan
kelak akan menjadi satu dan tertancap di atas tanah
Batu nisanku…
Aku tak ingin ukirannya cepat pudar
Agar mereka selalu dapat melihat namaku disana
5 tahun, 10 tahun atau bahkan 100 tahun kemudian, namaku masih terukir di atasnya.
Karena aku tidak ingin mereka melupakanku.
Melupakan “yuli si orang biasa”
Apa yang ada dibenakmu, kala engkau melihat namamu terukir di atasnya?
Menangis? Menjerit?
Aku membayangkan itu setiap kali aku mengunjungi makam saudara-saudaraku.
Apa yang akan terjadi setelah aku berada di dalamnya?
Batu nisanku…
Apa engkau sedang menungguku.
Menunggu tangan orang lain yang akan mengukirkan namaku.
Atau sedang menunggu tanganku untuk dapat mengukirnya sendiri?
Batu nisanku…
Semoga saat tubuhmu tertancap di atas tanah,
Aku telah menjadi bidadari penghuni syurga
Salam Sayang dan Cinta Dari Hati
- yuli -
10 Agu 2011
Aku tak dapat bersuara, namun penaku selalu berkata.
Aku tak ingin kalian pergi, karena aku akan sangat kehilangan.
Aku tak pernah tau cantiknya rupamu.
Akupun tak pernah melihat ketampananmu.
Namun semua itu tak menjadi penghalang bagiku untuk dapat menyayangimu.
Ingatkah kamu?
Sewaktu aku sedih, kau datang membawakan aku sekuntum bunga yang tak dapat aku sentuh.
Namun aku dapat mencium harumnya melalui untaian kata2 yang kalian rangkaikan untukku.
Tahukah kamu?
Sewaktu engkau putus asa, hati ini tak sanggup berlari, aku mendekapmu dengan lembaran kasih yang kurajut sendiri.
Kau buat aku tersenyum dalam sunyi.
Dan menjadi kawan dalam sendiri.
Kalian yang berada jauh di sana .
Hati kita dapat menyatu melalui kata-kata mesra yang aku kirimkan untukmu,
dan cukuplah kerinduanku terobati karena kalian telah menyambutnya walau tanpa sepatah kata.
Salam Sayang dan Cinta dari Hati
- yuli -
Langganan:
Postingan (Atom)








